Waspadai Gusi Sensitif dan Berdarah Pada Ibu Hamil

Waspadai Gusi Sensitif dan Berdarah Pada Ibu Hamil

Saran untuk Ibu Hamil Pertama Kali: Gusi Sensitif dan Berdarah

Selama kehamilan, tubuh kamu mengalami banyak perubahan, termasuk pada kesehatan mulut. Gusi sensitif dan berdarah adalah hal yang umum dan dapat membaik dengan sendirinya, namun pada wanita hamil keadaan ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. Di tahun 2014, ada pilot study yang menunjukkan korelasi antara kelahiran prematur dengan pregnancy gingivitis yang diabaikan. Jadi jika gusi atau gigimu terasa lebih sensitif saat hamil, jangan dbiarkan. Kondisi ini dapat diatasi dengan perawatan awal yang tepat.

 

 


Kenapa Gusi Bisa Berdarah atau Sensitif Saat Hamil?

  1. Perubahan Hormon
    Kadar hormon seperti estrogen dan progesteron dapat meningkat selama kehamilan hingga 10x lipat, membuat gusi lebih sensitif dan rentan meradang. Kondisi ini dikenal sebagai pregnancy gingivitis.

  2. Makanan Asam atau Morning Sickness
    Jika kamu sering muntah, asam lambung dapat mengikis enamel gigi dan menyebabkan gigi sensitif. Ngidam makanan manis atau asam juga bisa meningkatkan pembentukan plak. Bahkan, tanpa mual-muntah-ngidam pun, perbedaan keasaman Ph air liur saat hamil yang lebih asam dari biasanya ini sangat disukai bakteri penyebab sakit gigi. 

  3. Peningkatan Aliran Darah dan Perubahan Sistem Kekebalan Tubuh Selama Kehamilan Yang Cenderung Melemah.
    Selama hamil, volume darah meningkat dan imunitasmu akan lebih melemah agar janin tidak dianggap sebagai benda asing didalam tubuhmu. Ini seringkali yang membuat gusi rentan inflamasi dan mudah berdarah.

  4. Penumpukan Plak
    Perubahan imunitas tubuh selama kehamilan membuat tubuh wanita hamil lebih sulit melawan plak, yang bisa memicu peradangan dan perdarahan pada gusi.


Cara Memeriksa Gusi Sensitif dan Berdarah

  1. Perhatikan Gusi Kamu

    • Gunakan cermin dan angkat bibir perlahan untuk melihat apakah ada kemerahan, pembengkakan, atau permukaan gusi yang mengilap.
  2. Sikat Gigi

    • Setelah menyikat gigi, periksa sikat atau air ludah apakah ada darah. Ini tanda gusi berdarah.
  3. Cek Sensitivitas Gigi

    • Jika gigi terasa ngilu saat makan atau minum yang panas, dingin, atau manis, itu bisa jadi tanda gigi sensitif.
  4. Periksa dengan Sentuhan Ringan

    • Tekan gusi dengan jari bersih. Jika terasa sakit atau nyeri, itu tanda ada peradangan.

Pengobatan dan Perawatan di Rumah

Sebelum konsultasi ke dokter gigi, kamu bisa mencoba langkah-langkah berikut untuk mengatasi masalah gusi dan gigi sensitif:

  1. Gunakan Sikat Gigi Berbulu Lembut

    • Sikat lembut membantu mengurangi iritasi pada gusi sensitif.
  2. Pakai Pasta Gigi Alami untuk Sensitif

    • Cari pasta gigi dengan bahan seperti potassium nitrate atau stannous fluoride yang membantu mengurangi sensitivitas.
    • Pilih pasta gigi alami tanpa pewangi buatan atau bahan abrasif agar lebih ramah untuk gusi.
  3. Berkumur dengan Air Garam Hangat

    • Campurkan 1 sendok teh garam ke segelas air hangat. Berkumur perlahan 2 kali sehari untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.
  4. Perbanyak Minum Air

    • Tetap terhidrasi untuk menjaga produksi air liur yang membantu menetralkan asam dan menghilangkan bakteri.
  5. Hindari Makanan Manis atau Asam

    • Kurangi makanan yang bisa memperburuk plak atau iritasi pada gusi.
  6. Bersihkan Gigi dengan Benang Gigi (Floss)

    • Gunakan floss yang lembut dan tidak tajam untuk membersihkan plak tanpa melukai gusi yang bengkak.
  7. Konsumsi Makanan Kaya Vitamin C dan Kalsium

    • Nutrisi ini membantu memperkuat gusi dan gigi. Pilihan yang baik termasuk jeruk, brokoli, almond, dan susu.

Bagaimana Pasta Gigi Sensitif Dapat Membantu?

Menggunakan pasta gigi sensitif alami bisa memberikan kenyamanan dengan:

  • Mengurangi Ngilu: Bahan khusus membantu menenangkan saraf di gigi sehingga tidak terasa ngilu saat terkena panas atau dingin.
  • Anti-Inflamasi: Banyak pasta gigi alami mengandung bahan seperti aloe vera, chamomile, atau tea tree oil yang bisa meredakan peradangan pada gusi.
  • Membersihkan dengan Lembut: Bebas bahan kimia keras, pasta gigi alami membersihkan secara efektif tanpa memperburuk sensitivitas.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Jika keluhan tidak kunjung membaik, segera konsultasi ke dokter gigi terutama jika kamu mengalami:

  • Gusi terus berdarah lebih dari 1–2 minggu.
  • Pembengkakan gusi yang parah atau nyeri tak tertahankan.
  • Gigi terasa goyang atau ada perubahan posisi gigitan.
  • Tanda-tanda infeksi seperti nanah atau bau mulut tidak sedap.

Dokter gigi dapat membantu memberikan perawatan profesional yang sesuai untuk masalah kesehatan mulut selama kehamilan.


Merawat kesehatan mulut selama hamil bukan hanya penting untuk kamu, tetapi juga untuk bayi dalam kandungan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit gusi yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Baca disini untuk penelitian lengkapnya oleh Journal of Oral Health and Preventative Dentistry. Jadi, pastikan kamu menjaga senyum sehat sebagai bagian dari perawatan prenatalmu! 🌸

Newer Post →

Health

RSS

Tags

Bahaya Deodoran Konvensional untuk Remaja dan Mengapa Deodoran Alami Lebih Aman

Bahaya Deodoran Konvensional untuk Remaja dan Mengapa Deodoran Alami Lebih Aman

Ketahui risiko bahan kimia dalam deodoran konvensional bagi remaja dan temukan manfaat menggunakan deodoran alami seperti No Pong yang lebih sehat dan aman.

Read more
Bahaya Endocrine Disruptors: Cara Menghindari Bahan Kimia Berbahaya di Kehidupan Sehari-Hari

Bahaya Endocrine Disruptors: Cara Menghindari Bahan Kimia Berbahaya di Kehidupan Sehari-Hari

Bahaya Endocrine Disruptors: Bahan Kimia yang Mengancam Kesehatan dan Kesuburan Sebagai ‘pembawa pesan’ kimiawi (hormon) yang dilepaskan oleh jaringan kelenjar kompleks langsung ke peredaran darah,...

Read more

Jurnal Makan

Resep MPASI 6 Bulan: Soto Bandung Sehat dan Lezat untuk Bayi

Resep MPASI 6 Bulan: Soto Bandung Sehat dan Lezat untuk Bayi

Cari resep MPASI 6 bulan yang bergizi? Soto Bandung ini kaya protein dari daging sapi dan lembut untuk bayi. Cocok untuk MPASI dan BLW. Cek...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Bubur Hati Ayam, Superfood Kaya Zat Besi untuk Bayi

Resep MPASI 6 Bulan: Bubur Hati Ayam, Superfood Kaya Zat Besi untuk Bayi

Cari resep MPASI 6 bulan yang bergizi? Bubur hati ayam kaya zat besi dan vitamin A, cocok untuk MPASI dan BLW bayi. Cek cara membuatnya...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Nasi Tim Ayam Hainan Kaya Gizi dan Lembut untuk Si Kecil

Resep MPASI 6 Bulan: Nasi Tim Ayam Hainan Kaya Gizi dan Lembut

Nasi tim ayam Hainan atau Hainanese Chicken Rice adalah hidangan klasik yang bisa disesuaikan untuk bayi usia 6 bulan. Resep ini kaya akan protein dari...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Sayur Lodeh Ayam Kampung Sehat dan Lembut untuk Si Kecil

Resep MPASI 6 Bulan: Sayur Lodeh Ayam Kampung Sehat dan Lembut untuk Si Kecil

Yuk, coba resep MPASI 6 bulan yang sehat dan lezat! Sayur Lodeh Ayam Kampung ini kaya nutrisi dan cocok untuk MPASI serta BLW bayi. Simak...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Nasi Uduk Ayam yang Lembut dan Bergizi untuk Si Kecil

Resep MPASI 6 Bulan: Nasi Uduk Ayam yang Lembut dan Bergizi untuk Si Kecil

Temukan resep MPASI 6 bulan yang lezat dan bergizi! Nasi uduk ayam versi bayi ini kaya nutrisi, cocok untuk MPASI dan BLW. Simak cara membuatnya...

Read more
Daftar Bahan Lengkap Pasta Gigi Bayi di Indonesia

Daftar Bahan Lengkap Pasta Gigi Bayi di Indonesia

Cari pasta gigi bayi yang aman jika tertelan? Temukan bahan lengkap dari semua merek pasta gigi anak yang beredar di Indonesia. Cari tahu merek apa...

Read more
Bahaya Pemanis Buatan dan Sakarin bagi Kesehatan dan Gigi Balita

Bahaya Pemanis Buatan dan Sakarin bagi Kesehatan dan Gigi Balita

Pemanis buatan seperti sakarin sering digunakan sebagai pengganti pemanis pada pasta gigi, tapi apakah aman untuk balita? Temukan bahaya pemanis buatan bagi kesehatan tubuh dan...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Puree Kentang, Ayam, dan Jagung yang Lembut dan Gurih Alami

Resep MPASI 6 Bulan: Puree Kentang, Ayam, dan Jagung yang Lembut dan Gurih Alami

Sup kentang, ayam, dan jagung ini adalah pilihan sempurna untuk bayi usia 6 bulan. Rasanya lembut, bergizi, dan cocok untuk memperkenalkan tekstur baru pada bayi....

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Cara Membuat Santan Homemade untuk Nutrisi Si Kecil

Resep MPASI 6 Bulan: Cara Membuat Santan Homemade untuk Nutrisi Si Kecil

Santan buatan sendiri adalah bahan alami yang kaya nutrisi dan rasa. Cocok untuk melengkapi berbagai resep MPASI atau BLW bayi, santan ini mudah dibuat di...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Sumsum Tulang Sapi Panggang Untuk Tambah Berat Badan

Resep MPASI 6 Bulan: Sumsum Tulang Sapi Panggang Untuk Tambah Berat Badan

Sumsum tulang sapi adalah salah satu bahan bergizi tinggi yang ideal untuk bayi usia 6 bulan. Resep Sumsum Tulang Sapi Whipped ini lembut, penuh nutrisi,...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan Kaldu Tulang Sapi Homemade untuk Nutrisi Optimal

Resep MPASI 6 Bulan: Kaldu Tulang Sapi Homemade untuk Nutrisi Optimal

Kaldu tulang sapi adalah bahan dasar yang penuh nutrisi, cocok untuk mendukung tumbuh kembang bayi usia 6 bulan. Resep ini ideal sebagai campuran MPASI atau...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Kaldu Ayam Homemade yang Kaya Rasa dan Nutrisi

Resep MPASI 6 Bulan: Kaldu Ayam Homemade yang Kaya Rasa dan Nutrisi

Kaldu ayam adalah bahan dasar yang kaya rasa dan nutrisi, sangat cocok untuk bayi usia 6 bulan yang baru memulai MPASI. Resep ini mudah dibuat...

Read more

Related Products For You