Bahaya Endocrine Disruptors: Cara Menghindari Bahan Kimia Berbahaya di Kehidupan Sehari-Hari

Bahaya Endocrine Disruptors: Cara Menghindari Bahan Kimia Berbahaya di Kehidupan Sehari-Hari

Bahaya Endocrine Disruptors: Bahan Kimia yang Mengancam Kesehatan dan Kesuburan

Sebagai ‘pembawa pesan’ kimiawi (hormon) yang dilepaskan oleh jaringan kelenjar kompleks langsung ke peredaran darah, sistem endokrin bertanggung jawab dalam mengontrol berbagai proses biologis sekaligus aktivitas sel dan organ. Namun, apa kamu sadar bahwa ekspos bahan kimia yang terjadi secara repetitif, melalui produk yang kamu gunakan setiap hari, mulai dari kosmetik, kemasan makanan dan minuman, peralatan masak, furnitur hingga tap water, nyatanya berpotensi mengakibatkan gangguan fungsi endokrin?

Apa Itu Endocrine Disruptors?
Dikenal dengan istilah ‘endocrine disrupting chemicals’, substansi yang masuk ke dalam tubuh lewat konsumsi, kontak kulit atau inhalasi ini mampu meniru kinerja normal sistem hormon. Tak hanya lihai memanipulasi, agen eksogen, sintetik, dan alami tersebut juga bisa meningkatkan atau memblokir pengikatan hormon ke reseptornya, atau justru sebaliknya, mengaktivasi atau menghambat jalur pensinyalan endokrin dan metabolisme hormon. Bahkan, mempengaruhi motilitas (keterampilan berenang) dan navigasi sperma serta kemampuannya untuk membuahi sel telur.

Motilitas Buruk = Infertilitas
Sekitar 30% ketidaksuburan disebabkan rendahnya konsentrasi sperma, ketidaknormalan morfologi, dan buruknya perilaku berenang.

BPA dan Phthalates: Apa Bahayanya?
BPA mampu meniru hormon estrogen, sedangkan phthalates memblokir aksi testosteron sehingga berefek antiandrogenik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahan kimia ini berpotensi mengganggu proses reproduksi dan memengaruhi kesuburan.

Dalam serangkaian eksperimen yang dilakukan oleh tim peneliti dari Center of Advanced European Studies and Research di Bonn, Jerman, dan University Department of Growth and Reproduction, Rigshospitalet, Copenhagen, berbagai tingkatan bahan kimia, baik secara tunggal maupun berupa kombinasi, ditambahkan ke dalam cawan berisi sekitar seperempat juta sperma.

Bahan Kimia yang Mengganggu Fungsi Sperma
Hasil pengujian menunjukkan bahwa beberapa bahan kimia tunggal memang tidak begitu memperlihatkan efek signifikan pada dosis yang rendah. Namun, ketika bercampur dengan bahan kimia lain, campuran tersebut menjadi berbahaya bagi sperma. Dosis rendah dapat menyebabkan abnormalitas kadar kalsium pada sperma, mengganggu proses berenang, dan mengakibatkan kegagalan pembuahan.

Bagaimana BPA dan Phthalates Mempengaruhi Kesuburan Wanita?
Ketika sel telur bertemu dengan sperma, sel telur-lah yang memegang kendali. Sel telur menggunakan hormon progesteron untuk mengontrol perilaku berenang sperma, dengan mengaktifkan saluran ion yang disebut ‘CatSper’ atau saluran kation (positif) sperma. Namun, adanya bahan kimia pengganggu endokrin di saluran reproduksi wanita dapat mengganggu sinyal hormonal yang memandu sperma, mengurangi sensitivitas sperma terhadap progesteron, dan mengarahkannya ke tempat yang salah.

Mengapa Kita Harus Waspada?
Fakta bahwa endocrine disruptors bisa menimbulkan efek samping bahkan dengan dosis rendah, mengingat senyawa kimia tidak bekerja secara independen, melainkan bertindak bersama secara sinergis, antagonis maupun aditif, tentu bukan perkara remeh. Apalagi statusnya sebagai ancaman kesehatan global yang membahayakan fertilitas dengan merusak motilitas sperma, regulasi pengujian terhadap semua bahan kimia umum wajib diperketat.

Cara Menghindari Endocrine Disruptors
Ada beberapa langkah yang bisa kamu ambil untuk melindungi diri dan keluarga dari bahan kimia berbahaya ini:

  1. Pilih Produk Bebas Phthalates dan BPA
    Periksa label produk seperti kosmetik, produk perawatan tubuh, dan peralatan masak. Pastikan bahwa produk tersebut bebas dari bahan kimia berbahaya seperti phthalates dan BPA.

  2. Gunakan Produk Organik dan Alami
    Pilihlah produk yang mengandung bahan alami dan organik. Hindari produk dengan bahan tambahan sintetis atau pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.

  3. Menghindari Makanan yang Dikemas dengan Plastik
    Beberapa plastik, terutama plastik nomor 3, 6, dan 7, mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa merusak hormon. Gunakan kemasan makanan yang bebas plastik atau terbuat dari bahan yang lebih aman seperti kaca atau stainless steel.

  4. Kurangi Penggunaan Plastik
    Hindari penggunaan plastik sekali pakai dan pilih produk dengan kemasan yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.

Peran Kebijakan Global dalam Mengendalikan Endocrine Disruptors
Kebijakan seperti Toxic Substances Control Act yang dikelola EPA (Environmental Protection Agency) berperan penting dalam meninjau standar keamanan bahan kimia. Ini adalah langkah penting untuk melindungi konsumen, terutama wanita yang rentan secara biologis.

Kesimpulan
Meningkatnya kesadaran tentang bahaya endocrine disruptors seperti BPA dan phthalates sangat penting untuk kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, konsumen perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk sehari-hari yang bebas dari bahan kimia berbahaya ini. Dengan mengikuti panduan ini, kita dapat menjaga kesehatan dan kesuburan, serta melindungi lingkungan dari polusi bahan kimia berbahaya.

← Older Post Newer Post →

Health

RSS

Tags

Bahaya Deodoran Konvensional untuk Remaja dan Mengapa Deodoran Alami Lebih Aman

Bahaya Deodoran Konvensional untuk Remaja dan Mengapa Deodoran Alami Lebih Aman

Ketahui risiko bahan kimia dalam deodoran konvensional bagi remaja dan temukan manfaat menggunakan deodoran alami seperti No Pong yang lebih sehat dan aman.

Read more
Kesehatan Dimulai dari Mulut. Blog dari Mummasphere.com

Kesehatan Dimulai dari Mulut

Tapi Kesehatan Buruk Juga!  Sebelum Kita Mulai, Ada Cerita Sedikit... Sejak kami menjadi distributor tunggal Jack N' Jill di Indonesia sejak tahun 2016 (Waktu memang...

Read more

Jurnal Makan

Resep MPASI 6 Bulan: Soto Bandung Sehat dan Lezat untuk Bayi

Resep MPASI 6 Bulan: Soto Bandung Sehat dan Lezat untuk Bayi

Cari resep MPASI 6 bulan yang bergizi? Soto Bandung ini kaya protein dari daging sapi dan lembut untuk bayi. Cocok untuk MPASI dan BLW. Cek...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Bubur Hati Ayam, Superfood Kaya Zat Besi untuk Bayi

Resep MPASI 6 Bulan: Bubur Hati Ayam, Superfood Kaya Zat Besi untuk Bayi

Cari resep MPASI 6 bulan yang bergizi? Bubur hati ayam kaya zat besi dan vitamin A, cocok untuk MPASI dan BLW bayi. Cek cara membuatnya...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Nasi Tim Ayam Hainan Kaya Gizi dan Lembut untuk Si Kecil

Resep MPASI 6 Bulan: Nasi Tim Ayam Hainan Kaya Gizi dan Lembut

Nasi tim ayam Hainan atau Hainanese Chicken Rice adalah hidangan klasik yang bisa disesuaikan untuk bayi usia 6 bulan. Resep ini kaya akan protein dari...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Sayur Lodeh Ayam Kampung Sehat dan Lembut untuk Si Kecil

Resep MPASI 6 Bulan: Sayur Lodeh Ayam Kampung Sehat dan Lembut untuk Si Kecil

Yuk, coba resep MPASI 6 bulan yang sehat dan lezat! Sayur Lodeh Ayam Kampung ini kaya nutrisi dan cocok untuk MPASI serta BLW bayi. Simak...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Nasi Uduk Ayam yang Lembut dan Bergizi untuk Si Kecil

Resep MPASI 6 Bulan: Nasi Uduk Ayam yang Lembut dan Bergizi untuk Si Kecil

Temukan resep MPASI 6 bulan yang lezat dan bergizi! Nasi uduk ayam versi bayi ini kaya nutrisi, cocok untuk MPASI dan BLW. Simak cara membuatnya...

Read more
Daftar Bahan Lengkap Pasta Gigi Bayi di Indonesia

Daftar Bahan Lengkap Pasta Gigi Bayi di Indonesia

Cari pasta gigi bayi yang aman jika tertelan? Temukan bahan lengkap dari semua merek pasta gigi anak yang beredar di Indonesia. Cari tahu merek apa...

Read more
Bahaya Pemanis Buatan dan Sakarin bagi Kesehatan dan Gigi Balita

Bahaya Pemanis Buatan dan Sakarin bagi Kesehatan dan Gigi Balita

Pemanis buatan seperti sakarin sering digunakan sebagai pengganti pemanis pada pasta gigi, tapi apakah aman untuk balita? Temukan bahaya pemanis buatan bagi kesehatan tubuh dan...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Puree Kentang, Ayam, dan Jagung yang Lembut dan Gurih Alami

Resep MPASI 6 Bulan: Puree Kentang, Ayam, dan Jagung yang Lembut dan Gurih Alami

Sup kentang, ayam, dan jagung ini adalah pilihan sempurna untuk bayi usia 6 bulan. Rasanya lembut, bergizi, dan cocok untuk memperkenalkan tekstur baru pada bayi....

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Cara Membuat Santan Homemade untuk Nutrisi Si Kecil

Resep MPASI 6 Bulan: Cara Membuat Santan Homemade untuk Nutrisi Si Kecil

Santan buatan sendiri adalah bahan alami yang kaya nutrisi dan rasa. Cocok untuk melengkapi berbagai resep MPASI atau BLW bayi, santan ini mudah dibuat di...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Sumsum Tulang Sapi Panggang Untuk Tambah Berat Badan

Resep MPASI 6 Bulan: Sumsum Tulang Sapi Panggang Untuk Tambah Berat Badan

Sumsum tulang sapi adalah salah satu bahan bergizi tinggi yang ideal untuk bayi usia 6 bulan. Resep Sumsum Tulang Sapi Whipped ini lembut, penuh nutrisi,...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan Kaldu Tulang Sapi Homemade untuk Nutrisi Optimal

Resep MPASI 6 Bulan: Kaldu Tulang Sapi Homemade untuk Nutrisi Optimal

Kaldu tulang sapi adalah bahan dasar yang penuh nutrisi, cocok untuk mendukung tumbuh kembang bayi usia 6 bulan. Resep ini ideal sebagai campuran MPASI atau...

Read more
Resep MPASI 6 Bulan: Kaldu Ayam Homemade yang Kaya Rasa dan Nutrisi

Resep MPASI 6 Bulan: Kaldu Ayam Homemade yang Kaya Rasa dan Nutrisi

Kaldu ayam adalah bahan dasar yang kaya rasa dan nutrisi, sangat cocok untuk bayi usia 6 bulan yang baru memulai MPASI. Resep ini mudah dibuat...

Read more

Related Products For You